Welcome to the Blog of your trusted cultural and tourism ambassador!

Thursday, September 2, 2010

PENGALAMAN YANG LUAR BIASA

Buat saya, terpilih menjadi finalis Abang None Jakarta Utara 2010 merupakan pengalaman yang luar biasa. Bahkan bukan sekedar pengalaman, tapi juga penghargaan yang benar-benar tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, walaupun saya tidak mendapat gelar juara. Kenapa? Karena ajang Abang None ini sudah berhasil banget mengubah saya menjadi orang yang lebih baik,

Lah, kok bisa ya? Gimana caranya?

Pertama, lewat pemilihan Abang None Jakarta Utara ini, saya benar-benar diajarkan disiplin dan manajemen waktu yang baik.

Waktu yang diberikan sama para senior selama karantina benar-benar dipress sedemikian rupa. Mereka memberikan batas waktu tertentu untuk kita istirahat, makan, siap-siap, make-up, dsb. Dan waktu yang diberikan itu tergolong sebentar, hanya sekitar 15 menit. Pada awalnya, banyak di antara finalis (termasuk saya) yang mungkin mengeluh dengan peraturan ini. Waktunya nggak cukuplah, nggak rasional lah, dan lain sebagainya. Ditambah lagi kritikan dan sanksi-sanksi yang diberikan kalau kita telat semenit saja. Dan saya, yang memang belum terbiasa dengan hal-hal tersebut (terutama make-up cantik dalam hitungan menit) termasuk orang yang paling sering ditegur gara-gara nggak ontime. Jujur, ini merupakan pressure tersendiri buat saya, apalagi lama kelamaan teman-teman saya mulai bisa menyesuaikan diri. Tinggal saya nih, finalis yang paling lelet dan belepotan. Dan akhirnya, pressure itu memacu saya buat terus berlatih dan berlatih agar bisa memanfaatkan waktu secara efisien. Mulai dari mempersiapkan segala kebutuhan karantina dari malam sebelumnya, sampai latihan make-up dan cepol menggunakan timer. Hampir setiap pagi dan di setiap kesempatan saya coba melakukan itu. Dan akhirnya, saya berhasil! Sekarang saya sudah mulai bisa mengatur barang-barang saya sendiri dan bersolek dalam waktu yang relatif cepat namun tetap cantik. Banyak orang yang mulai memuji make-up saya, satu di antaranya ialah pujian dari Non Idzni yang bilang, “Gue seneng deh, Cha lo jadi cantik sekarang. Kalau dulu lo jauh lebih cantik tanpa make-up (you absolutely know what it means), sekarang make-up itu malah buat lo jauh lebih cantik. Pertahanin terus ya, Cha!” Akhirnya…

Kedua, lewat pemiihan Abang None Jakarta Utara ini, saya dibentuk menjadi orang yang jauh lebih percaya diri, khususnya dalam hal menari.

Bagi sebagian orang, menari di depan umum bukanlah hal yang patut dikhawatirkan. Tapi tidak buat saya! Seumur-umur, baru sekali saya menari di depan umum, itu pun pas TK dan saya didaulat karena muridnya memang sudah habis buat menari. Dan saya, di kalangan teman-teman dan orang terdekat terkenal sebagai orang yang sama sekali tidak luwes. Saat mengikuti seleksi Abang None ini saya memang sudah tahu kalau kita harus mempelajari tarian-tarian Betawi. Dan saat itu saya pikir, orang lain aja bisa, masa saya tidak? Tapi ternyata, menari tidaklah semudah itu.. saya benar-benar butuh latihan ekstra keras buat bisa menyesuaikan gerakan-gerakan yang diberikan. Setiap ada gerakan baru, saya selalu merekam gerakan Non Rieka yang memang seorang maestro dalam menari. Malamnya saya coba untuk mengulang gerakan-gerakan yang sudah saya rekam itu. Menari tengah malam di depan kaca kamar sendirian bukan lagi hal yang aneh bagi saya. Target saya bukanlah mampu menari dengan luwes atau bagus, tetapi setidaknya saya tidak melakukan kesalahan saat malam final. Itu saja. Dan thanks God, I did it!! Pengorbanan saya latihan sendirian tengah malam nggak sia-sia karena saya mampu memberikan yang terbaik buat semua orang. It’s proved, karena saya berhasil membuat teman-teman saya terheran-heran dengan komentar, “Kok lo bisa nari sih, Cha?”



Marissa Anugrah

Yours sincerely,Abang & None Jakarta Utara

No comments:

Post a Comment